Rp 128.184.498 raised of Rp 250.000.000

aksesairgarut1

Warga Desa Cimahi di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, sejak dulu tidak dapat menikmati air bersih. Air yang mereka dapatkan selama ini diperoleh dari sumur dangkal saat musim penghujan, sedangkan saat musim kemarau warga desa harus melintasi perbukitan dan menuruni lembah sedalam 120 meter untuk mendapatkan air dari sungai terdekat, itupun air yang tak layak konsumsi. Akibat terbatasnya air, warga desa harus mandi dan berkegiatan lain dalam waktu bersamaan di sungai. 

Itulah gambaran sehari-hari kehidupan warga Desa Cimahi. ASTUTI sebagai perkumpulan dari Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Bandung angkatan 1973, tergerak untuk membantu masyarakat menjadi lebih mandiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, ASTUTI bekerjasama dengan water.id dan kontraktor pengeboran, Supra Indodrill.

Untuk penanganan masalah di Desa Cimahi, kami menawarkan solusi penyediaan sumur bor dengan pompa air bertenaga surya (solar water pump). Pendugaan airtanah dengan metode Geolistrik telah dilakukan dan menghasilkan rekomendasi adanya lapisan air pada kedalaman kurang lebih 150 meter yang diharapkan akan menjadi sumber air bersih pertama yang bisa dinikmati warga Desa Cimahi.

Kami memerlukan bantuan donatur untuk investasi aset dan modal awal berupa pompa air bertenaga surya. Berapapun nilainya, bisa membantu terwujudnya kondisi warga Desa Cimahi menjadi lebih baik dan lebih manusiawi.

Dengan prasarana air bersih disertai pelatihan untuk pengoperasian dan pemeliharaan aset, diharapkan kebutuhan air jangka panjang untuk rumah tangga, pertanian, dan usaha rumahan terpenuhi. Mereka juga bisa fokus pada kegiatan ekonomi lain yang memberikan nilai tambah bagi kehidupan keluarga, seperti pertanian lahan kering yang tidak terlalu banyak memerlukan air.

Informasi Terkini

Water.ID telah melakukan survey untuk melihat kondisi sosial warga saat musim penghujan tiba. Hujan mulai sering turun di Daerah Desa Cimahi, tetapi masyarakat tetap tidak memiliki sumber air yang layak. Mereka tidak bisa menampung air hujan karena mereka tidak punya sarana untuk melakukan hal tersebut. Di pagi hari, masyarakat berbondong-bondong berjalan membawa jirigen dan wadah untuk membawa air. Dari orang tua hingga anak-anak, semua berjalan beriringan. Tim Water.ID kemudian mengikuti kegiatan mereka, untuk mendapatkan air mereka harus berjalan menuruni lereng bukit yang curam dan licin sejauh 1.6km. Sekali jalan, mereka hanya bisa membawa maksimal 2 jirigen di tangan kanan dan kiri mereka. Selanjutnya, kami akan melakukan survey teknis untuk menentukan titik pengeboran sumur air di Desa Cimahi.

Mohon bantuannya untuk bisa membantu masyarakat Desa Cimahi untuk memiliki sumur air pertamanya.

aksesairgarut2

ambilair