Rp 19.580.000 raised of Rp 200.000.000

Langkanya Air Bersih di Desa Kelawi

 

Warga desa Kelawi tepatnya di Kampung pematang macan selalu mengalami kesulitan mendapatkan air setiap musim kemarau tiba, bahkan pada saat musim penghujan pun masyarakat desa harus menggunakan pompa agar mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari disebabkan sumber air yang cukup jauh dari pemukiman. Pada saat musim kemarau, sumber air tersebut mengering yang mengakibatkan warga desa harus membeli air untuk kebutuhan hidup.

 

Kampung Pamatang Macan terletak di Desa Kelawi, Lampung Selatan. Kampung yang terdiri dari 40 KK atau sekitar 160 jiwa ini mayoritas adalah buruh tani pisang. Pisang merupakan komoditas utama di Lampung.

 

Tim WaterID melakukan survey kondisi setempat ketika penyaluran bantuan filter air minum ke hunian sementara korban bencana tsunami Lampung. Kami melakukan wawancara dengan Bapak Juki selaku ketua RT 03 RW 03 dan Pak Nanang selaku relawan yang pernah menyalurkan bantuan air untuk Desa Kelawi.

 

Kondisi kekeringan di Desa Kelawi disebabkan daerah yang cukup tinggi dan secara geologis adalah daerah yang sulit air. Bantuan bor sumur dangkal pernah dilakukan di daerah tersebut dengan kedalaman 75 meter, namun air hanya mengalir selama 45 menit setelah itu habis. Sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan warga.

 

Selama ini warga harus mengeluarkan biaya 10 ribu rupiah setiap hari untuk mengalirkan air ke rumah masing-masing dari sumber air menggunakan pompa di musim hujan. Ketika musim kemarau sumber mata air mereka kering, sehingga warga harus menyiapkan dana 30 ribu setiap hari untuk membeli air untuk kehidupan sehari-hari.

 

Solusi jangka panjang dari kekeringan di Desa Kelawi adalah dengan membuat sumur dalam. Namun untuk merealisasikan solusi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu kami mengajak para orang baik untuk bersama-sama membantu warga Desa Kelawi untuk mendapatkan akses air bersih dengan mudah.